Konstruksi Pernikahan Qur’ani di Era Metamodern: Sintesis Prinsip At-Taradin, Al-Ma’ruf, dan Al-Adl Menghadapi Tantangan Kontemporer
Keywords:
Pernikahan Qur’ani, Tafsir Maudhu’i, Era Metamodern, Keluarga TangguhAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji konstruksi pernikahan Qur’ani serta relevansinya dalam menghadapi tantangan era metamodern yang ditandai oleh individualisme, konflik rumah tangga, dan disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik), yaitu menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pernikahan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dalam perspektif Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial, melainkan ikatan kokoh (mitsaqan ghalizhan) yang bersifat spiritual-transendental. Tujuan pernikahan mencakup dimensi spiritual-psikologis berupa terwujudnya sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta dimensi sosio-biologis berupa penjagaan kehormatan dan keberlangsungan keturunan. Implementasi pernikahan Qur’ani bertumpu pada sintesis tiga prinsip utama, yaitu kesukarelaan (at-taradin), pergaulan yang baik dan bermusyawarah (al-ma’ruf), serta keadilan (al-‘adl). Prinsip-prinsip tersebut dinilai relevan untuk membangun keluarga tangguh yang adaptif terhadap dinamika sosial kontemporer tanpa kehilangan nilai-nilai dasar ajaran Islam.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Nasir, Hasyim Haddade, Hamka Ilyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The authors of a work hold the copyright and grant the Al-Azhar Islamic Law Review the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.




