Resesi Seks dalam Pernikahan Modern: Analisis Tematik al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Ketahanan Keluarga Islam
Keywords:
Resesi Seks, Ketahanan Keluarga, Tafsir Tematik, Maqāṣid al-Nikāḥ, Al-Qur’anAbstract
Fenomena resesi seks dalam masyarakat modern, termasuk di kalangan pasangan menikah, menghadirkan tantangan serius terhadap stabilitas pernikahan dan ketahanan keluarga. Kajian-kajian sebelumnya umumnya menempatkan fenomena ini dalam kerangka sosiologis atau psikologis. Berbeda dari pendekatan tersebut, penelitian ini menawarkan kerangka Qur’ani yang baru dalam memahami resesi seks melalui integrasi tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī) dengan maqāṣid al-nikāḥ dalam konteks ketahanan keluarga Islam. Dengan pendekatan kualitatif berbasis penafsiran tematik, penelitian ini menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan naluri seksual, relasi intim suami-istri, dan tanggung jawab etis dalam pernikahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an memandang hubungan seksual sebagai bagian esensial dari fiṭrah manusia yang berfungsi menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), kehormatan (ḥifẓ al-‘ird), serta keharmonisan emosional dan spiritual keluarga. Ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan seksual tidak hanya bersifat privat, tetapi mencerminkan gangguan etika dan relasional yang berdampak pada ketahanan keluarga. Dengan menekankan mawaddah wa raḥmah, komunikasi, dan komitmen moral, penelitian ini menempatkan resesi seks sebagai persoalan struktural yang mengancam tujuan-tujuan pernikahan, bukan semata problem biologis atau psikologis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ammar Munir, Jumadil Jumadil, Aswar Aswar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The authors of a work hold the copyright and grant the Al-Azhar Islamic Law Review the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.




