Peran Nilai Budaya Mandar dan Etika Bisnis Islam Terhadap Pelaku UMKM Pada Wirausaha Lokal
Keywords:
Budaya Mandar, Etika Bisnis Islam, UMKMAbstract
Penelitian ini mengkaji peran nilai budaya Mandar dan etika bisnis Islam dalam membentuk pola kerja, etika usaha, dan inovasi pelaku UMKM di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena bahwa UMKM tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai wadah pelestarian nilai budaya lokal. Dalam konteks masyarakat Mandar, nilai-nilai seperti Sipakatau, Sipakalebbi, Sipamandar, dan Siri’na Pacce memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat berinteraksi, bekerja, dan melakukan aktivitas ekonomi. Masyarakat Mandar dikenal religius sehingga etika bisnis Islam menjadi landasan moral yang penting dalam menjalankan usaha. Keterkaitan antara budaya dan agama ini menjadi menarik untuk diteliti karena keduanya diyakini memengaruhi keberlanjutan UMKM lokal, terutama dalam menghadapi perubahan pasar modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai budaya Mandar dan etika bisnis Islam diintegrasikan dalam praktik usaha sehari-hari serta bagaimana keduanya membentuk pola kerja dan inovasi pelaku UMKM. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tiga pelaku UMKM dipilih sebagai informan utama, yaitu penjual pisang goreng, bolu paranggi, dan jepa, tiga produk kuliner khas Mandar yang masih dipertahankan melalui metode tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya Mandar berfungsi sebagai pedoman sosial dan moral dalam aktivitas usaha. Sipakatau dan Sipakalebbi tampak dalam pelayanan yang ramah dan penghargaan kepada pelanggan, Sipamandar terlihat dalam praktik saling membantu antar pedagang, dan Siri’na Pacce menjadi dasar komitmen menjaga kualitas dan kejujuran. Etika bisnis Islam memperkuat integritas usaha melalui penerapan prinsip sidq, amanah, ‘adl, ihsan, dan larangan tadlis. Selain itu, pelaku UMKM menerapkan inovasi moderatseperti perbaikan kemasan dan pemasaran digital tanpa meninggalkan identitas budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya Mandar dan etika bisnis Islam menjadi modal sosial dan moral yang memperkuat keberlanjutan UMKM lokal.
Kata Kunci:
Budaya Mandar; Etika Bisnis Islam; UMKM
